Mencari lkon Pergerakan Nasionalisme Pangan Indonesia

Subagio, Achmad
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember jl. Katimantan Il/24, Kampus Bumi Tegal Boto, Jember – Jawa Timur

demo kedaulatan pangan

Saat ini lndonesia sedang disibukkan oleh agenda-agenda politik, mulai dari pemilu legislatif, hingga Pemilihan presiden, dan terorisme, serta hubungan KPK-POLRI-Kejaksaan. Di pihak lain, bencana alam, kecelakaan, wabah penyakjt dan kejadian rawan gizi terus terjadi di mana-mana. Sementara itu, harga pangan dunia masih cukup tinggi. Walaupun kondisi krisis pangan ini merupakan fenomena global yang disebabkan oleh perubahan iklim dan “perang” (baca:perebutan) antara pangan dan energi, tak urung hati kita seperti teriris jika memperhatikan seringnya kejadian rawan gizi, dengan kenyataan bahwa kita saat ini seperti pepatah “ayam mati dalarn lumbung padi”. Kondisi semakin diperparah dengan besarnya impor pangan kita. Banyak ahli berpendapat bahwa keterpurukan yang dialami Indonesia saat ini semakin dalam oleh karena menurunnya rasa bangga pada tanah air kita, termasuk bidang pangan. Tulisan ini mengupas tentang fakta-fakta seputar kondisi pangan nasional, dan memberikan solusi berupa meningkatkan rasa nasionalisme pangan lndonesia dengan mencari bahan-bahan local sebagai “ikon pergerakan”. Sebagai persyaratan untuk menjadi ikon pergerakan nasionalisme, suatu makanan haruslah berupa bahan pangan yang secara tradisional telah ada di lndonesia, memenuhi persyaratan gizi yang baik dan dapat diusahakan secara komersial.

Sumber: Repository Universitas Jember
Selanjutnya bisa didownload, klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *